Dua Alasan Kenapa Saya Pakai Jenius

gambar logo aplikasi jenius

Alkisah, beberapa waktu lalu saya sempat menulis tentang Jenius yang namanya bikin terbayang bimbingan belajar.

Walaupun begitu, ternyata Jenius memiliki dua fitur yang saya butuhkan selama ini yang membuat saya kemudian membuat akun Jenius:

  1. Bisa bayar transaksi kartu kredit dan Paypal dengan kartu debet.
  2. Kalau nggak ada saldo, transaksi gagal. Dengan begitu tidak terlalu khawatir bila nomor kartu dicuri saat transaksi di Internet.

Poin pertama merupakan terpenting bagi saya seorang Muslim untuk menghindari riba.

Sederhananya, riba terjadi bila ada transaksi / akad utang piutang dan mengalami penambahan nilai, misalnya bunga denda. Dengan debet maka transaksi bukan akad utang piutang karena uang telah disetor terlebih dahulu.

Jenius menyediakan dua jenis kartu yaitu kartu fisik untuk ATM dan kartu virtual.

Sejauh ini saya sudah mencoba untuk membayar Google Cloud, Dediserve, dan melakukan koneksi kartu ke Paypal dengan kartu ATM Jenius. Untuk tambah saldo Paypal saya belum coba. Sedangkan kawan saya dengan virtual card sudah mencoba untuk transaksi online.

Bagaimana dengan Bunga Bank Yang Otomatis Didapat?

Sama seperti bank pada umumnya, Jenius memberikan bunga terhadap tabungan kita dimana uang bunga tersebut uang haram untuk seorang muslim.

Solusi pertama adalah cuma diisi saldonya bila ada keperluan transaksi sehingga saldo selalu nol dan tidak menghasilkan bunga.

Solusi kedua berdasarkan yang saya pelajari, agar uang haram dari bunga bank tidak mencampuri uang halal kita, maka perlu disalurkan ke sosial, tetapi bukan untuk sedekah. Tempat untuk menyalurkan dana riba yang saya rekomendasikan adalah Pesantren Darush Sholihin - http://darushsholihin.com/sosial.

Namun berdasarkan penjelasan Ustadz Firanda Andirja pada video dibawah ini saat menjelaskan GO-PAY, lebih baik dan sebisa mungkin menggunakan solusi pertama sehingga kita tidak terlibat aktivitas bantu - membantu secara tidak langsung dalam hal riba yang dilakukan oleh Bank.

Tantangan Selanjutnya

Saat ini tantangan terbesar saya adalah bagaimana tidak tergoda hawa nafsu untuk terus belanja sejak adanya Jenius. Semoga nggak keuangan nggak jebol.

Berlangganan via Email

atau berlangganan via RSS

Tulisan Terbaru